1000 Node B untuk 1001 Keluhan 3G

March 8th, 2009 ixan No comments

http://www.detikinet.com

Jakarta - Penambahan seribu titik infrastruktur node B yang baru rampung dibangun Indosat pada April 2009 mendatang, diharap bisa jadi jalan keluar sementara atas buruknya performa jaringan 3G, khususnya mobile broadband IM2.

Direktur Indosat Guntur S Siboro mengakui memang ada masalah pada kapasitas jaringan 3G miliknya. Dengan 1500 unit node B yang ada cuma sanggup menampung hingga kapasitas 350 ribu pelanggan broadband.

“Apalagi setiap minggunya total trafik penggunaan bandwidth yang keluar masuk mencapai 100 terrabit,” ujarnya kepada detikINET di kantor pusat PT Indosat, Jakarta, Selasa (24/2/2009).

Namun tetap saja hal itu tidak bisa dijadikan alasan. Guntur berjanji akan menampung dan mencari jalan keluar atas semua keluhan pelanggan, khususnya yang masuk melalui email redaksi@detikinet.com. “Kami terus berupaya melakukan perbaikan di semua lini,” ujarnya.

Teguh Prasetya, Group Head Brand Marketing Indosat, menambahkan dengan total 2.500 unit node B, secara teori akan meningkatkan kapasitas internet broadband hingga tiga kali lipat dari yang ada saat ini. “Realistisnya mungkin cuma dua kali lipat.”

Teguh juga mengatakan, pihaknya tengah berupaya mengurangi kepadatan jaringan (dekongesti) dengan menambah kanal di tiap sel node B yang ada di area padat trafik. Dari 32 kanal menjadi 128 kanal yang bisa dipakai secara bersamaan.

“Meski sebenarnya area padat cuma 20 persen dari total node B kami, namun penambahan node B baru tetap akan dilakukan di area tersebut untuk menutup celah sementara waktu,” jelasnya.

Cuma sementara waktu, karena menurut Teguh, kapasitas pelanggan yang bisa dilayani maksimal cuma 500-600 ribu pelanggan dengan solusi alternatif penambahan node B baru. “Sementara saat ini pelanggan broadband kami sudah 350 ribu, dimana tiap bulannya tumbuh 50 ribu. Itupun sudah kami tekan dengan cara berjualan secara pasif di area yang belum padat trafik.”

Artinya, 3G Indosat memang tinggal menunggu waktu. Jika penambahan infrastruktur sudah tidak memungkinkan lagi untuk melayani pelanggan, maka menurut Teguh alternatif lainnya cuma menambah frekuensi. “Teknologi tetap ada batasnya. Ibaratnya busway, percuma saja armada bus-nya ditambah kalau koridornya tetap satu jalur.”

Kalau memang jalur frekuensinya bisa ditambah 5 MHz lagi (jadi 10 MHz), kata Teguh, Indosat berani menjanjikan bandwidth 21 mbps untuk download dan 10 mbps untuk upload. Ini katanya bisa direalisasikan menggunakan teknologi HSPA+.

“Itu baru namanya the real broadband connection. Tapi idealnya, frekuensi broadband itu 15 MHz. Kalau itu bahkan, per user berani kami jamin bisa download 48 mbps dan upload 21 mbps,” tandasnya. ( rou / faw )

Share
Categories: Internet Broadband Tags:

Mac VS PC (Transformer Edition)

February 22nd, 2009 Teddie No comments

hihi..Are You A MAC or PC Lovers?
see this video are sooo coool.. :D hihi.. lucu abies!

Share
Categories: Apple Tags: , , , ,

Nokia MORPH Concept

February 22nd, 2009 Teddie No comments

Coba lihat contoh video konsep masa depan milik Nokia yang dibuat tahun 2008 ini. Nama produknya adalah Morph. Morph mengadopsi teknologi nano yang kemungkinan akan menjadi tren untuk perangkat komunikasi masa depan. Mungkin 22 tahun yang akan datang kita bisa menonton kembali video ini untuk membandingkan dan melihat sudah senyata apa imajinasi itu 

Share
Categories: News Tags: , , ,

Lisensi Microsoft

February 18th, 2009 Teddie No comments

 

microsoft licensing

microsoft licensing

 

 

Bingung sama lisensi microsoft? Kepingin tau?
well berikut buku PDF-nya soal lisensinya.
Silahkan di download (Indonesian Version)

 

http://www.bakoelkomputer.info/files/LicensingBookMicrosoft(BakoelKomputer).pdf

Share

Database Oracle, kelebihan dan kekurangannya

February 6th, 2009 Teddie 5 comments

Database merupakan salah satu komponen dalam teknologi informasi yang mutlak diperlukan oleh semua organisasi yang ingin mempunyai suatu sistem informasi yang terpadu untuk menunjang kegiatan organisasi demi mencapai tujuannya. Karena pentingnya peran database dalam sistem informasi, tidaklah mengherankan bahwa terdapat banyak pilihan software Database Management System (DBMS) dari berbagai vendor baik yang gratis maupun yang komersial. Beberapa contoh DBMS yang populer adalah MySQL, MS SQL Server, Oracle, IBM DB/2, dan PostgreSQL.

Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, namun banyak orang memiliki kesan yang negatif terhadap Oracle. Keluhan-keluhan yang mereka lontarkan mengenai Oracle antara lain adalah terlalu sulit untuk digunakan, terlalu lambat, terlalu mahal, dan bahkan Oracle dijuluki dengan istilah “ora kelar-kelar” yang berarti “tidak selesai-selesai” dalam bahasa Jawa. Jika dibandingkan dengan MySQL yang bersifat gratis, maka Oracle lebih terlihat tidak kompetitif karena berjalan lebih lambat daripada MySQL meskipun harganya sangat mahal.

Namun yang mereka tidak perhitungkan adalah bahwa Oracle merupakan DBMS yang dirancang khusus untuk organisasi berukuran besar, bukan untuk ukuran kecil dan menengah. Kebutuhan organisasi berukuran besar tidaklah sama dengan organisasi yang kecil atau menengah yang tidak akan berkembang menjadi besar. Organisasi yang berukuran besar membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas agar dapat memenuhi tuntutan akan data dan informasi yang bervolume besar dan terus menerus bertambah besar.

Fleksibilitas adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai kebutuhan dan kondisi khusus yang dapat berubah-ubah. Sebagai contoh, organisasi yang besar membutuhkan server yang terdistribusi dan memiliki redundancy sehingga pelayanan bisa diberikan secara cepat dan tidak terganggu jika ada server yang mati. Organisasi tersebut juga mempunyai berbagai macam aplikasi yang dibuat dengan beragam bahasa pemrograman dan berjalan di berbagai platform yang berbeda. Oracle memiliki banyak sekali fitur yang dapat memenuhi tuntutan fleksibilitas dari organisasi besar tersebut. Berbagai fitur tersebut membuat Oracle menjadi DBMS yang rumit dan sulit untuk dipelajari, namun itu adalah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan fleksibilitas yang dibutuhkan dalam sistem informasi di organisasi yang berukuran besar.

Skalabilitas mengacu pada kemampuan untuk terus berkembang dengan penambahan sumber daya. Organisasi yang besar harus mampu melakukan transaksi data dalam volume yang besar dan akan terus bertambah besar. Jika dijalankan hanya pada satu server saja, MySQL memang bisa berjalan lebih cepat daripada Oracle. Namun jika satu server sudah tidak bisa lagi menangani beban yang terus bertambah besar, kinerja MySQL mengalami stagnasi karena keterbatasan server tersebut. Namun Oracle mendukung fitur Grid yang dapat mendayagunakan lebih dari satu server serta data storage dengan mudah dan transparan. Hanya dengan menambahkan server atau data storage ke dalam Oracle Grid, maka kinerja dan kapasitas Oracle dapat terus berkembang untuk mengikuti beban kerja yang terus meningkat.

Demikianlah salah satu (atau dua) keunggulan dari Oracle. Tidaklah mengherankan bahwa meskipun Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, perusahaan-perusahaan besar memilih Oracle dan tidak menggunakan DBMS seperti MySQL yang gratis karena mereka membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas dalam sistem informasi yang mereka gunakan.

Kontributor: Andrian The (Koordinator Riset & Materi, Inixindo Jogja)

Share
Categories: Tips n Tricks Tags: