IT itu mahal? Kagak kalee..!
Beberapa waktu lalu, ada mahasiswi saya yang nanya “Kenapa IT itu mahal pak? Sehingga banyak implementasi yang tidak berhasil”. Menurut dia, sebagian besar temen-temennya juga berpendapat seperti itu. Kemudian setelah melalui beberapa diskusi, baru saya tahu bahwa temen-temennya tadi bertanya begitu karena mereka menganggap IT adalah koneksi Internet. Hmmmm tidak bisa disalahkan sih pendapat seperti itu.
Sebenarnya IT itu tidak hanya koneksi Internet saja. Bisa kita lihat, komponen di IT bisa terdiri dari: Software, Hardware, Network dan Database. Jadi koneksi Internet bisa kita masukkan ke Network, yang memang mahal kalau di negara tercinta kita ini. Tapi apakah koneksi Internet selalu digunakan di semua perusahaan? Jawabnya adalah TIDAK, karena di sebagian besar perusahaan, Internet saat ini hanya digunakan sebagai kanal (channel) untuk berinteraksi dengan pelanggan atau partner, belum digunakan utk mendukung integrasi antar perusahaan. Jadi tanpa Internet pun, perusahaan akan bisa beroperasi dan berkompetisi dengan baik. Yang lebih utama di komponen IT justru di Software (aplikasi Keuangan, Kepegawaian, Pergudangan dll), Harware (PC, notebook, printer dll), Network (Local Area Network dan Wide Area Network), Database (database keuangan, inventory, customer dll) utk mendukung operasional perusahaan tsb.
Kembali ke istilah IT, banyak orang salah menafsirkan bahwa IT adalah Sistem Informasi. Padahal IT itu hanya satu bagian dari sesuatu yg lebih kompleks yang disebut Sistem Informasi. Kalau kita bicara ttg penerapan di perusahaan, sebenarnya kita bicara tentang Sistem Informasi. Dimana Sistem Informasi itu terdiri dari:
1. Business Process
2. Information Technology (Hardware, Software, Network, Database)
3. People (System Owner, System User, IS Specialist)
Dari gambar yg saya ambil dari buku Intro to IS karangan James A. O’Brien, McGraw-Hill 2007 di atas, terlihat biaya terbesar rata2 utk penerapan Enterprise System adalah utk Business Process Re-engineering (BPR). Terlihat kontribusi IT sendiri yg terdiri dari Software & Hardware sebesar 27%. BPR sendiri merupakan kegiatan dari perusahaan utk menyesuaikan Business Process-nya ke Best Practice dari suatu industri tertentu. Dimana para pengguna (user) harus melakukan perubahan dalam cara bekerja mereka, yg merupakan hal yg terberat karena sudah bisa bekerja dg pola lama selama bertahun-tahun. Perusahaan banyak mengeluarkan biaya karena harus menyewa konsultan2 yang terkenal seperti Accenture, IBM-PriceWaterhouseCooper, Cap Gemini dan lain-lain.
Berikut itu jangan lupakan biaya yang harus dikeluarkan dalam mengelola People sebagai komponen yang paling sulit kita kendalikan. Change Management yg terarah, meliputi sosialisasi, pelatihan, mentoring, motivasi bagi pengguna dll pun memberikan kontribusi biaya juga bagi perusahaan tersebut. Sering kali bahkan penolakan dari pengguna (user) akan memberikan beban dari manajemen dalam rangka penerapan Sistem Informasi tersebut.
Sedangkan biaya yg dikeluarkan utk Hardware sendiri saat ini sudah sangat terjangkau, karena teknologi sudah semakin mature dan terstandarisasi. Bahkan beberapa perusahaan sudah melakukan Outsourcing atau sewa PC agar bisa lebih simpel dalam pengelolaannya. Software utk kebutuhan bisnis makin beragam dan terstandarisasi sehingga makin terjangkau harganya, bahkan gratis kalau menggunakan Open Source Software (OSS) spt Linux, OpenOffice dll. Tekonologi jaringan mudah didapat, bahkan untuk membangun sebuah LAN sederhana, biayanya sangat terjangkau (hub/switch bisa dibawah 500 ribu + kabel2). Pengembangan database pun makin mudah didapat, karena banyak pilihan di DBMS Application spt MS SQL, Oracle atau OpenSource DBMS spt MySQL, PostgreSQL dll.
Jadi sebagai kesimpulan, biaya yang dikeluarkan dalam rangka penerapan Sistem Informasi bisa mahal karena ada komponen-komponen yg tidak diperhatikan dengan baik dari awal. Perencanaan yang asal2an akan mengakibatkan pemetaan Business Process tidak maksimal, bahkan hanya membuang biaya saja. Setelah dikembangkan sistem tsb, tidak dibarengi dengan strategi Change Management yg tepat sehingga komponen People tidak bisa mengikuti atau seirama dengan Sistem-nya. Utk komponen IT, sdh mulai terjadi standarisasi dan kematangan (mature) sehingga makin mudah kita utk mencari alternatif yang terjangkau harganya. Internet? Itu hanya bagian dari Network, dimana Network merupakan bagian dari IT yg mana IT jg merupakan bagian dari Sistem Informasi itu sendiri. Mungkinkah perusahaan berjalan tanpa Internet? Sangat mungkin sekali, kalaupun dibutuhkan paling hanya utk komunikasi dengan email, chat, website dengan koneksi minimal dengan biaya 100-200 ribu per bulan. Semoga memberikan pemahaman baru, terimakasih.
Sumber : surahyo (http://surahyo.blogspot.com).
Share
wah terima kasih neh atas informasinya memang seh terkadang banyak perusahaan yang ragu atas IT masalahnya memang bukan IT nya tetapi kesiapan dari perusahaan itu sendiri
melihat fungsi dari outsourcing adalah untuk membuat perusahaan tetap fokus pada core business nya.. adalah suatu pilihan yang penting.. disamping itu perusahaan pun harus mengetahui kemampuannya dalam menyediakan sarana pendukung dari SI tersebut.. selain itu dalam pembangunan SI perusahaan harus dapat melakukan integrasi yang baik dengan vendor.. apakah perusahaan itu siap atau tidak meningkatkan teknologi sistem informasinya
setidaknya adanya outsourcing IT akan meningkatkan kinerja perusahaan serta akan lebih efisien dan efektif dalam pengambilan keputusan yang membutuhkan informasi yang cepat……..
IT memang mahal…untuk sebuah perusahaan menerapkan ERP saja dibutuhkan dana miliaran untuk sistem ERP-nya saja belum untuk server yang mencapai ratusan juta.
Dengan IT permasalahan perusahan dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat. Untuk solusi IT maka outsourcing IT jawabannya karena perusahaan bisa menjadi lebih efisien
Beberapa perusahaan yang gagal dalam implementasi SI dikarenakan mereka tidak melakukan bisnis proses yang optimal, sehingga SI yang dihasilkan tidak akan optimal mendukung kerja perusahaan
IT sangat mensupport core bisnis suatu perusahaan agar mampu berdaya saing
pada masa sekarang suatu perusahaan/organisasi tidak menggunakan SI dan TI akan tertinggal karena informasi yang didapat atau disampaikan tidak cepat, akurat
mengingat investasi TI sangant mahal,,,, outsourcing merupakan solusi yang banyak dipilih saat ini
Outsourcing IT sangat membantu sebuah perusahaan agar perusahaan tersebut lebih fokus pada core bisnisnya..
Outsourcing lebih efektif dan efisien dari sisi tenaga, biaya dan waktu. Sumber daya yang terbatas dapat diatasi dengan outsourcing, sehingga perusahaan bisa lebih fokus pada core bisnisnya. So…..silakan memilih, take it or leave it!
Cheers……….
Memang dari semua itu, change management menjadi hal yang penting untuk diperhatikan didalam perusahaan yang ingin mengaplikasikan IT, dengan adanya perubahan menyebabkan perusahaan bisa bersaing.
mahal tidak hanya dinilai dengan uang, tetapi bandingkan dengan manfaatnya bagi perusahaan untuk masa kini dan mendatang
ada kalimat yang menarik dari tulisan saudara yaitu “banyak orang salah menafsirkan bahwa IT adalah Sistem Informasi. Padahal IT itu hanya satu bagian dari sesuatu yg lebih kompleks yang disebut Sistem Informasi”. saya sangat setuju dengan kalimat tersebut. tidak sedikit orang memahami sistem informasi sama saja dengan IT padahal membangun sistem informasi tidak hanya IT yang dibutuhkan tetapi juga knowledge tentang business proses dan juga management manusia menjadi hal yang penting. terkadang perusahaan dalam membangun sistem informasi menyerahkan sepenuhnya pada teknisi IT padahal dibutuhkan midle bahkan top management yang mengerti business proses.
Tulisan tersebut sangat menarik dan dapat menambah wawasan dlm memahami IT yg sangat diperlukan dlm melakukan pengembangan sistim informasi. Thanks..
Mahal atau tidak mahal, semuanya kembali kepada perusahaan. Investasi dalam bidang IT memang mahal dan akan lebih mahal lagi bila IT tersebut tidak dapat menunjang bisnis perusahaan, namun jika tepat dalam memilih IT sesuai kebutuhan maka manfaat yang didapat sangat besar.
Pencerahan yang bagus sekali, memang IT itu penting tapi perlu dipertimbangkan benefit and cost nya bagi si pengguna baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang, mahal itu relatif.
optimalisasi IT dengan disesuaikan anggaran perusahaan. itu yang terbaik.
saya sangat setuju dengan pernyataan tersebut. tidak sedikit orang memahami sistem informasi sama saja dengan IT padahal membangun sistem informasi tidak hanya IT
Tergantung………. Semakin cermat kita meng-handle atau menggunakannnya maka tentunya akan dirasa lebih efisien. Jadi, sangat berkaitan erat dengan tujuan yang hendak dicapai, seberapa banyak akses yang diinginkan, sehingga akan mempengaruhi teknologi yang tepat untuk digunakan.
Proses outsourcing sebaiknya dikomunikasikan dan diinformasikan kepada berbagai divisi yang ada pada perusahaan tersebut termasuk staff bagian IT, sehingga ketika outsourcing dilaksanakan para staff memahami pentingnya keahlian dan teknologi baru bagi perusahaan mereka dan di dorong untuk memperoleh keahlian baru tersebut.
Pilihan bagi suatu industri mana yang lebih baik tergantung pada tujuan akhir perusahaan
outsourcing untuk pengadaan IT lebih efektif dan efisien jika telah disesuiankan dengan kebutuhan perusahaan dalam bisnis proses dan tujuannya
Teknologi Informasi sangat berkaitan erat dengan Sistem Informasi. Pertimbangan pengadaan TI harus sejalan dengan SI yg akan dibangun.
Saya berpendapat bahwa IT memang mahal. Tapi untuk awal perancangannya. Setelah implementasinya dan jika IT tsb sesuai keinginan perusahaan, maka akan memberikan manfaat dan menngurangi cost yang dikeluarkan dari biasanya.
Kita koq banyak juara nya ya? Korupsi.. juara… Mobil… paling mahal di dunia… Koneksi internet, juga mahal… Kenapa mahal ya? Kapan jadi murah ya?
artikel yang bagus dalam memahami IT, setuju bahwa membangun IT itu sangat mahal tetapi dalam jangka panjang akan mmberikan keuntungan bagi perusahaan tersebut
IT Outsourcing memang costly, namun dengan IT permasalahan perusahan dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat karena perusahaan bisa menjadi lebih efisien
pemahaman yang bagus sekali, memang IT itu penting tapi perlu dipertimbangkan benefit and cost nya bagi si pengguna baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang, mahal itu relatif kalau kita bandingkan dengan manfaatnya.
Terima kasih, artikel yang sangat menarik. Mungkin salah satu penyebab BPR pada SI menjadi mahal adalah karena perusahaan membeli modul SI dalam kerangka industry best practice, namun kemudian dalam perjalanannya tidak difungsikan secara optimal karena kekurangfahaman akan kebutuhan internal mereka. Sehingga best practice modul pun menjadi tidak digunkan secara menyeluruh. Sudah beli paketnya mahal, tapi yang digunakan cuma sebagian kecil saja, sungguh ironis..